Apa Itu Yield Obligasi?
Disebut juga: US10Y, Treasury Yield, Imbal hasil obligasi
Yield obligasi adalah imbal hasil tahunan yang didapat pemegang obligasi, dan yield obligasi AS 10 tahun (US10Y) menjadi patokan biaya uang di seluruh dunia.
Harga obligasi dan yield bergerak berlawanan arah. Contoh: obligasi dengan kupon tetap 40 dolar per tahun dan harga 1.000 dolar memberi yield 4%. Kalau harga obligasi turun ke 950 dolar, yield naik menjadi sekitar 4,2% karena kupon yang sama didapat dengan modal lebih kecil.
Yield yang paling sering dipantau:
- US10Y: yield Treasury AS tenor 10 tahun, acuan suku bunga kredit dan valuasi aset global.
- US02Y: tenor 2 tahun, sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed.
- Kurva yield terbalik: saat US02Y lebih tinggi dari US10Y, yang sering dianggap sinyal awal resesi.
Dampaknya ke market:
- Yield naik: aset dolar makin menarik, DXY cenderung menguat, gold yang tidak memberi bunga sering tertekan, crypto dan saham teknologi biasanya melemah.
- Yield turun: tekanan ke gold dan aset berisiko berkurang, dolar cenderung melemah.
Yield bereaksi cepat terhadap data seperti CPI dan NFP. Kalau kamu trading gold atau crypto, membuka chart US10Y di samping chart utama membantu memahami kenapa harga tiba-tiba bergerak. Kesalahan umum pemula adalah memakai yield sebagai sinyal entry tunggal, padahal fungsinya lebih tepat sebagai konteks arah besar.
Istilah Terkait
Dari Istilah ke Praktik
Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.
Daftar Sekarang