Apa Itu Resesi?

Disebut juga: Recession

Resesi adalah periode ketika aktivitas ekonomi turun secara luas dan berkelanjutan, sering ditandai dua kuartal berturut-turut pertumbuhan GDP negatif.

Definisi "dua kuartal GDP negatif berturut-turut" adalah aturan praktis yang sering dipakai media. Di Amerika Serikat, penetapan resmi resesi dilakukan oleh NBER dengan melihat banyak data sekaligus, seperti lapangan kerja, pendapatan, dan produksi industri.

Contoh nyata: pada 2020, ekonomi AS menyusut tajam di kuartal kedua akibat pandemi. Bank sentral merespons dengan memangkas suku bunga mendekati 0% dan menjalankan quantitative easing besar-besaran.

Tanda-tanda yang sering dipantau trader sebelum resesi:

  • PMI bertahan di bawah 50 selama berbulan-bulan.
  • Kurva yield terbalik, yaitu yield obligasi tenor 2 tahun lebih tinggi dari tenor 10 tahun.
  • Data NFP melemah dan tingkat pengangguran naik.

Dampak ke market tidak sederhana. Saat ketakutan resesi muncul, saham dan crypto sering jatuh karena investor menghindari risiko. Gold dan obligasi pemerintah biasanya dicari sebagai aset aman. Dolar sering menguat di fase panik, lalu bisa melemah ketika bank sentral mulai memangkas bunga.

Kesalahan umum pemula adalah menjual semua aset hanya karena berita "resesi" ramai di media. Market sering bergerak lebih dulu sebelum resesi diumumkan. Fokus ke rencana trading kamu, diversifikasi yang masuk akal, dan manajemen risiko, bukan headline.

Istilah Terkait

Gratis

Checklist Money Management & Template Jurnal Trading

Checklist sebelum entry, lembar rencana trading, jurnal siap print, dan template jurnal untuk Google Sheets / Excel.

Dari Istilah ke Praktik

Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.

Daftar Sekarang