Apa Itu RSI?
Disebut juga: Relative Strength Index
RSI adalah indikator momentum bernilai 0 sampai 100 yang mengukur seberapa kuat kenaikan dibanding penurunan harga dalam periode tertentu, biasanya 14 candle.
RSI (Relative Strength Index) dihitung dari rata-rata kenaikan dibagi rata-rata penurunan selama 14 candle terakhir, lalu diubah ke skala 0 sampai 100. Kalau dalam 14 candle harga lebih sering naik dengan langkah besar, RSI akan tinggi, misalnya 75. Kalau penurunan lebih dominan, RSI turun ke kisaran 25.
Patokan klasiknya:
| Nilai RSI | Bacaan umum |
|---|---|
| Di atas 70 | Overbought, momentum naik sudah kuat |
| 30 sampai 70 | Netral |
| Di bawah 30 | Oversold, momentum turun sudah kuat |
Cara trader memakainya di praktik:
- Filter trend: di trend naik, RSI cenderung bertahan di atas 40 sampai 50. Pullback yang membuat RSI turun ke 40 lalu berbalik sering jadi area beli.
- Divergence: harga membuat high baru tapi RSI tidak, tanda momentum melemah.
- Konfirmasi: RSI dipakai bersama support dan resistance, bukan berdiri sendiri.
Kesalahan pemula yang paling sering adalah langsung short karena RSI di atas 70. Di trend kuat, Bitcoin bisa bertahan dengan RSI harian di atas 70 selama berminggu-minggu sambil terus naik. RSI tinggi artinya kuat, bukan otomatis mahal.
Istilah Terkait
Dari Istilah ke Praktik
Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.
Daftar Sekarang