Apa Itu Risk of Ruin?
Disebut juga: Risiko kebangkrutan
Risk of ruin adalah peluang akun trading kamu tergerus sampai titik yang tidak bisa dipulihkan, ditentukan oleh besar risiko per trade dan kualitas strategi.
"Ruin" tidak harus berarti saldo nol. Banyak trader mendefinisikannya sebagai drawdown 50%, karena setelah rugi 50% kamu butuh profit 100% hanya untuk kembali ke modal awal.
Faktor terbesar yang bisa kamu kendalikan adalah risiko per trade. Bayangkan strategi dengan win rate 50% mengalami 10 kekalahan beruntun, sesuatu yang wajar terjadi dalam ratusan trade:
| Risiko per trade | Sisa modal setelah 10 kalah beruntun |
|---|---|
| 1% | sekitar 90% |
| 2% | sekitar 82% |
| 5% | sekitar 60% |
| 10% | sekitar 35% |
Dengan risiko 1-2%, rentetan kalah masih bisa ditanggung. Dengan risiko 10%, akun yang sama sudah setengah hancur sebelum strategi sempat membuktikan expectancy-nya.
Cara menekan risk of ruin:
- Batasi risiko per trade di 0,5-2% modal dan hitung lewat position sizing atau kalkulator position size
- Pakai batas rugi harian supaya hari buruk tidak berubah jadi minggu buruk
- Jangan menaikkan risiko setelah kalah untuk "mengejar" balik
Strategi yang bagus pun bisa bangkrut kalau ukuran posisinya terlalu besar.
Pelajari lebih dalam
Money Management Trading untuk Pemula: Cara Jaga Modal Biar Gak Habis
Panduan money management trading untuk pemula: aturan risiko 1-2%, risk reward, batas rugi harian, dan contoh hitungan pakai modal rupiah.
Istilah Terkait
Dari Istilah ke Praktik
Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.
Daftar Sekarang