Apa Itu Day Trading?

Disebut juga: Day Trader, Intraday

Day trading adalah gaya trading yang membuka dan menutup posisi di hari yang sama, sehingga tidak ada posisi yang ditahan melewati malam.

Day trader biasanya memakai timeframe 15 menit sampai 1 jam untuk entry, dengan arah besar dilihat dari chart 4 jam atau harian. Dalam sehari umumnya 1 sampai 5 posisi, jauh lebih sedikit dari scalper.

Contoh: kamu melihat EURUSD naik di chart harian, lalu menunggu pullback ke support di chart 15 menit saat sesi London. Entry di 1.0820, stop loss 15 pip, target 30 pip. Semua posisi ditutup sebelum sesi New York berakhir.

Kelebihan day trading:

  • Tidak kena swap karena tidak ada posisi menginap.
  • Tidak terkena risiko gap akhir pekan atau berita tengah malam.
  • Hasil dan evaluasi terlihat setiap hari.

Kekurangannya, kamu butuh waktu khusus di depan chart. Untuk trader Indonesia, waktu paling efektif biasanya sesi London dan New York, sekitar 14:00-23:00 WIB. Jadwalkan juga rilis data penting lewat kalender ekonomi, karena satu rilis bisa membalikkan arah hari itu.

Aturan yang membantu: tetapkan batas rugi harian, misalnya 3% dari modal. Begitu tersentuh, berhenti trading hari itu. Tanpa batas ini, satu hari buruk mudah berubah jadi rangkaian revenge trading.

Pelajari lebih dalam

Money Management Trading untuk Pemula: Cara Jaga Modal Biar Gak Habis

Panduan money management trading untuk pemula: aturan risiko 1-2%, risk reward, batas rugi harian, dan contoh hitungan pakai modal rupiah.

Istilah Terkait

Gratis

Checklist Money Management & Template Jurnal Trading

Checklist sebelum entry, lembar rencana trading, jurnal siap print, dan template jurnal untuk Google Sheets / Excel.

Dari Istilah ke Praktik

Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.

Daftar Sekarang