Apa Itu Compounding?
Disebut juga: Bunga majemuk, Efek majemuk
Compounding adalah efek ketika profit diputar kembali sebagai modal, sehingga persentase hasil berikutnya dihitung dari saldo yang sudah membesar.
Contoh: modal Rp 10 juta dengan rata-rata hasil 3% per bulan. Tanpa compounding (profit ditarik tiap bulan), setelah 24 bulan totalnya Rp 10 juta + Rp 7,2 juta = Rp 17,2 juta. Dengan compounding, saldo menjadi sekitar Rp 20,3 juta karena setiap bulan 3% dihitung dari saldo yang sudah tumbuh. Kamu bisa mencoba angka sendiri di kalkulator compounding.
Compounding bekerja ke dua arah. Kerugian juga bersifat majemuk, dan pemulihannya tidak simetris:
| Rugi | Profit yang dibutuhkan untuk balik modal |
|---|---|
| 10% | 11% |
| 25% | 33% |
| 50% | 100% |
Karena itu, menjaga drawdown tetap kecil sering lebih berpengaruh terhadap hasil jangka panjang daripada mengejar persentase bulanan yang tinggi.
Kesalahan pemula yang umum adalah menghitung compounding dengan angka tidak realistis, misalnya 1% per hari. Di atas kertas hasilnya fantastis, tapi target seperti itu biasanya mendorong overtrading dan risiko per trade yang terlalu besar.
Compounding paling efektif saat expectancy strategi positif, risiko per trade konsisten (misalnya 1% dari saldo terkini), dan kamu memberi waktu yang cukup panjang.
Pelajari lebih dalam
Money Management Trading untuk Pemula: Cara Jaga Modal Biar Gak Habis
Panduan money management trading untuk pemula: aturan risiko 1-2%, risk reward, batas rugi harian, dan contoh hitungan pakai modal rupiah.
Istilah Terkait
Dari Istilah ke Praktik
Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.
Daftar Sekarang