Apa Itu Backtest?
Disebut juga: Backtesting
Backtest adalah proses menguji sebuah strategi trading memakai data harga masa lalu untuk melihat bagaimana hasilnya jika aturan itu dijalankan secara konsisten.
Idenya sederhana: tulis aturan entry, stop loss, dan take profit secara jelas, lalu terapkan ke chart historis seolah kamu trading saat itu. Catat setiap hasil.
Contoh: kamu menguji strategi buy saat harga pullback ke EMA 50 di chart 4 jam EURUSD. Dari 100 transaksi historis, 42 menang dengan rata-rata +2R dan 58 kalah -1R. Hasilnya: 42 × 2 - 58 × 1 = +26R, atau rata-rata +0,26R per transaksi. Dari situ kamu tahu win rate dan expectancy strategi tersebut.
Cara backtest yang lebih jujur:
- Minimal 50-100 transaksi, dari kondisi pasar yang berbeda (trend, sideways, volatil).
- Masukkan biaya: spread, komisi, dan slippage.
- Jangan mengubah aturan di tengah jalan setelah melihat hasil.
- Lanjutkan dengan forward test di akun demo atau modal kecil.
Kesalahan paling umum adalah overfitting: mengutak-atik parameter sampai hasil masa lalu terlihat sempurna. Strategi seperti ini biasanya gagal di data baru. Kesalahan lain adalah melihat chart yang sudah jadi, sehingga tanpa sadar tahu ke mana harga bergerak.
Simpan semua hasil backtest di jurnal trading supaya bisa dibandingkan dengan hasil live nanti.
Istilah Terkait
Dari Istilah ke Praktik
Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.
Daftar Sekarang