Apa Itu Trendline?
Disebut juga: Garis Trend, Trend Line
Trendline adalah garis miring yang menghubungkan dua atau lebih low (di trend naik) atau high (di trend turun) untuk menggambarkan arah dan kemiringan trend.
Trendline naik ditarik dari satu swing low ke swing low berikutnya yang lebih tinggi. Trendline turun ditarik dari swing high ke swing high berikutnya yang lebih rendah. Contoh: ETH membuat low di 2.800, lalu 2.950, lalu 3.100. Garis yang menghubungkan ketiga titik itu adalah trendline naik.
Dua titik cukup untuk menggambar garis, tapi titik ketiga yang menyentuh dan memantul yang membuatnya valid.
Cara trader memakainya:
- Entry saat pullback: harga kembali menyentuh trendline naik lalu memantul, jadi area beli dengan stop loss sedikit di bawah garis.
- Tanda perubahan trend: harga menutup tegas di bawah trendline naik. Ini belum otomatis pembalikan, tapi tanda bahwa momentum berubah.
- Kemiringan: trendline yang terlalu curam (misalnya lebih dari 60 derajat) jarang bertahan lama.
Aturan praktis supaya tidak bias:
- Tarik di timeframe 4 jam atau harian, lewat body atau wick secara konsisten.
- Jangan menggeser garis setiap kali harga menembusnya. Kalau garis harus digeser, trend lama mungkin memang sudah selesai.
- Anggap trendline sebagai zona, sama seperti support, bukan garis setipis rambut.
Pelajari lebih dalam
Cara Membaca Trend Market: Uptrend, Downtrend, dan Sideways
Cara membaca trend market dengan struktur harga, moving average, dan analisa multi timeframe. Plus cara mengenali pembalikan trend dan strategi untuk sideways.
Istilah Terkait
Dari Istilah ke Praktik
Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.
Daftar Sekarang