Apa Itu Staking?
Staking adalah mengunci aset crypto untuk membantu menjaga jaringan blockchain proof of stake, dengan imbalan berupa tambahan koin secara berkala.
Di jaringan proof of stake seperti Ethereum dan Solana, validator mengunci koin sebagai jaminan agar mau memproses transaksi dengan jujur. Sebagai imbalannya, mereka menerima koin baru dan sebagian biaya transaksi. Kamu bisa ikut lewat exchange, layanan staking, atau langsung dari wallet.
Contoh angka: kamu staking 10 SOL dengan imbal hasil sekitar 7% per tahun. Setelah setahun, jumlah koinmu menjadi sekitar 10,7 SOL. Tapi kalau harga SOL turun 30% di periode yang sama, nilai rupiahnya tetap turun. Staking menambah jumlah koin, bukan melindungi harga koin.
Hal yang perlu dicek sebelum staking:
- Masa kunci (lock-up) dan unbonding. Beberapa jaringan butuh beberapa hari untuk menarik koin. Selama itu kamu tidak bisa menjual saat harga jatuh.
- Dari mana imbal hasil datang. Imbal hasil wajar biasanya satu digit sampai belasan persen. Tawaran 100% per tahun patut dicurigai.
- Risiko platform. Staking lewat exchange berarti dana dipegang exchange tersebut.
- Slashing. Validator yang melanggar aturan bisa kehilangan sebagian koin yang di-stake.
Staking paling masuk akal untuk koin yang memang ingin kamu pegang jangka panjang. Membeli koin hanya demi imbal hasil staking sering berakhir rugi karena volatilitas harga jauh lebih besar dari imbalannya. Bandingkan juga dengan risiko di DeFi sebelum memindahkan dana ke protokol yang menjanjikan imbal hasil lebih tinggi.
Istilah Terkait
Dari Istilah ke Praktik
Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.
Daftar Sekarang