Apa Itu Open Interest?
Disebut juga: OI
Open interest adalah total nilai kontrak futures atau perpetual yang masih terbuka di pasar dan belum ditutup, dihitung dari satu sisi posisi.
Setiap kontrak futures punya pembeli (long) dan penjual (short). Open interest menghitung berapa banyak kontrak yang masih terbuka, bukan berapa banyak yang diperdagangkan. Kalau trader A membuka long 1 BTC dan trader B membuka short 1 BTC, open interest bertambah 1 BTC. Kalau keduanya kemudian menutup posisi, open interest berkurang 1 BTC.
Bedanya dengan volume: volume mengukur aktivitas transaksi dalam periode tertentu, open interest mengukur berapa banyak uang yang masih "tertahan" di posisi.
Cara trader membaca kombinasi harga dan OI:
| Harga | Open interest | Gambaran umum |
|---|---|---|
| Naik | Naik | Posisi baru masuk, tren didukung uang baru |
| Naik | Turun | Kenaikan didorong short yang menutup posisi |
| Turun | Naik | Posisi short baru bertambah |
| Turun | Turun | Posisi long keluar atau terlikuidasi |
Open interest yang naik tajam sementara harga datar sering berarti banyak posisi ber-leverage menumpuk. Kondisi ini rawan pergerakan tajam ketika salah satu sisi terkena likuidasi beruntun. Trader biasanya membacanya bersama funding rate: OI tinggi plus funding sangat positif berarti pasar didominasi long.
Kesalahan umum: menganggap OI naik pasti bullish. OI tidak menunjukkan arah, hanya jumlah posisi. Pakai sebagai konteks, bukan sinyal tunggal untuk entry.
Pelajari lebih dalam
Perbedaan Spot dan Futures Crypto: Mana yang Cocok untuk Pemula?
Perbedaan spot dan futures crypto: cara kerja, leverage, long dan short, likuidasi, funding rate, dan kapan pemula sebaiknya mulai pakai futures.
Istilah Terkait
Dari Istilah ke Praktik
Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.
Daftar Sekarang