Apa Itu Margin Call?

Margin call adalah peringatan dari broker ketika margin level akun kamu turun ke batas tertentu, tanda bahwa dana tersisa hampir tidak cukup menahan posisi terbuka.

Kuncinya adalah margin level, dihitung dengan rumus: equity dibagi margin terpakai, dikali 100%.

Contoh: saldo kamu USD 1.000, lalu membuka posisi yang mengunci margin USD 500. Kalau posisi rugi USD 500, equity tersisa USD 500 dan margin level menjadi 100%. Di banyak broker, angka 100% ini memicu margin call: kamu tidak bisa membuka posisi baru dan diminta menambah dana.

Kalau harga terus melawan dan margin level turun ke stop out level, sering di 50% atau lebih rendah tergantung broker, posisi akan ditutup paksa mulai dari yang rugi paling besar. Mirip likuidasi di futures crypto.

Kenapa pemula sering kena margin call:

  • Membuka lot terlalu besar dibanding modal, sehingga gerakan kecil langsung menggerus equity.
  • Tidak memasang stop loss, lalu menunggu harga "balik".
  • Menambah posisi rugi (averaging) tanpa batas.

Margin call bukan sekadar notifikasi, itu tanda risiko sudah di luar kendali. Kalau kamu membatasi risiko 1-2% per posisi dan selalu memakai stop loss, margin level hampir tidak pernah mendekati 100%. Hitung ukuran posisi dengan kalkulator position size.

Pelajari lebih dalam

Money Management Trading untuk Pemula: Cara Jaga Modal Biar Gak Habis

Panduan money management trading untuk pemula: aturan risiko 1-2%, risk reward, batas rugi harian, dan contoh hitungan pakai modal rupiah.

Istilah Terkait

Gratis

Checklist Money Management & Template Jurnal Trading

Checklist sebelum entry, lembar rencana trading, jurnal siap print, dan template jurnal untuk Google Sheets / Excel.

Dari Istilah ke Praktik

Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.

Daftar Sekarang