Apa Itu Layer 2?

Disebut juga: L2

Layer 2 adalah jaringan yang dibangun di atas blockchain utama seperti Ethereum untuk memproses transaksi lebih cepat dan lebih murah, lalu mencatat hasilnya ke jaringan utama.

Blockchain utama seperti Ethereum disebut layer 1. Kapasitasnya terbatas, sehingga saat ramai gas fee bisa mahal. Layer 2 menangani banyak transaksi di luar jaringan utama, menggabungkannya, lalu mengirim ringkasan atau buktinya ke layer 1. Keamanannya sebagian besar tetap bersandar pada layer 1.

Contoh layer 2 Ethereum yang dikenal luas antara lain Arbitrum, Optimism, dan Base. Di Bitcoin ada Lightning Network untuk pembayaran cepat.

Contoh dampak praktis: menukar token di DEX di jaringan utama Ethereum saat ramai bisa memakan biaya beberapa dolar sampai puluhan dolar. Transaksi serupa di layer 2 sering hanya beberapa sen. Untuk modal Rp 1-2 juta, selisih ini sangat terasa.

Yang perlu kamu pahami:

  • Aset harus dipindah (bridge). ETH di Ethereum dan ETH di Arbitrum ada di jaringan berbeda. Saat withdraw dari exchange, pilih jaringan yang sesuai dengan wallet tujuan.
  • Bridge punya risiko sendiri. Beberapa peretasan terbesar di crypto terjadi pada bridge. Pakai bridge resmi atau withdraw langsung dari exchange ke layer 2 bila tersedia.
  • Penarikan kembali ke layer 1 bisa lama. Beberapa jenis layer 2 butuh waktu hingga sekitar seminggu lewat jalur resmi.
  • Token layer 2 berbeda dengan jaringannya. Membeli token sebuah layer 2 adalah taruhan pada proyeknya, cek tokenomics-nya.

Layer 2 membuat DeFi lebih terjangkau untuk modal kecil, tapi tetap mulai dengan nominal kecil sampai kamu paham alurnya.

Istilah Terkait

Gratis

Checklist Money Management & Template Jurnal Trading

Checklist sebelum entry, lembar rencana trading, jurnal siap print, dan template jurnal untuk Google Sheets / Excel.

Dari Istilah ke Praktik

Kurikulum Cuanterus membahas istilah-istilah ini dalam konteks trading nyata, lengkap dengan sinyal, market briefing harian, dan komunitas untuk bertanya.

Daftar Sekarang